JENIS-JENIS PENCEMARAN AIR
Pencemaran air
adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau,
sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan
merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi
Selain
mengalirkan, air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya
sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai
saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi
sebagai objek wisata.
Ø Pencemaran air terjadi apabila dalam air
terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan
standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan
untuk kebutuhan tertentu.
Ø Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak
hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut
tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu.
Ø Sebagai contoh suatu sumber air yang
mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan
untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi
tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum,
memasak, mandi dan mencuci).
Ø Ada beberapa penyebab terjadinya
pencemaran air antara lain apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air
seperti sampah rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau
pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak,
partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi yang
meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.
Ada 4 jenis
pencemaran air yaitu :
1.
Bahan
Toksik adalah sejenis pencemaran berbentuk kimia yang tidak terhasil dalam
sistem akuatik. Penyumbang terbesar kepada pencemaran kimia ialah racun rumpai,
racun serangga dan bahan buangan industri.
Bahan kimia anorganik seperti garam, asam dan bahan toksik logam seperti
timbale, cadmium, merkuri dalam kadar tinggi yang dapat menyebabkan air tidak
enak lainnya. Pencemaran bahan-bahan tersebut dapat menurunkan produksi tanaman
pangan dan bisa merusak peralatan yang dilintasi air karena korosif.
2.
Pencemar
bahan kimia organik. Bahan kimiawi organik, seperti plastik, minyak, pestisida,
larutan pembersih, detergen dan beberapa bahan kimia yang bersifat organik yang
dapat terlarut dalam air dapat digunakan manusia tetapi dapat menyebabkan
kematian pada ikan maupun organisme yang hidup di air
3.
Pencemaran
air oleh anorganik nutrisi tanaman. Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat pada
bidang pertanian telah dilakukan sejak dulu dan meluas. Pupuk kimia ini memang
menghasilkan produksi tanamanya yang bagus sehingga menguntungkan petani,
tetapi di lain pihak kedua bahan kimia itu dapat mencemari danau, sungai dan
lautan.
4.
Pencemaran
mikroorganisme dalam air. Pencemaran jenis ini adalah kuman sebagai penyebab
penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa dan parasit.
Contoh bakteri yang sering ditemukan di dalam air terutama adalah
bakteri-bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibrio
cholerae penyebab penyakit kolera,Shigella dysenteriae penyebab
disenteri basiler, Salmonella typosa penyebab tifus dan S.
paratyphi penyebab paratifus, virus polio dan hepatitis, dan Entamoeba
histolytica penyebab disentri amuba. Untuk mencegah penyebaran
penyakit melalui air perlu dilakukan control terhadap polusi air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar