Selasa, 05 Januari 2016

BEBERAPA ISTILAH DALAM ILMU LINGKUNGAN

BEBERAPA ISTILAH DALAM ILMU LINGKUNGAN



Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup adalah Kesatuan ruang degan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup , termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain.
 Pengertian Ilmu Lingkungan
Ilmu Lingkungan adalah Ilmu yang mempelajari tentang Lingkungan Hidup yang merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu, terutama EKOLOGI, yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yg menyangkut hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan merupakan penjabaran Ekologi. Ekologi merupakan sebagai dasar Ilmu Lingkungan.
 Pengertian AMDAL
AMDAL merupakan suatu singkatan dari “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan”.
Pengertian amdal adalah sebuah proses studi formal dimana diperuntukkan dalam mengukur dampak yang akan terjadi pada lingkungan ketika terjadi pembangunan proyek-proyek gedung ataupun pabrik, yang bertujuan untuk memberikan kepastian agar tidak terjadi masalah lingkungan saat pembangunan dalam proses ataupun telah selesai, sehingga dibutuhkan analisis pada tahap awalnya dengan melakukan perencanaan dan perancangan proyek untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan.
 Manfaat Amdal
manfaat AMDAL yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat AMDAL kepada pemerintah
– Agar terhindar dari konflik dengan masyarakat jika terjadi pembangunan.
– Agar dapat menjaga pembangunan dan dapat menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
– Agar dapat membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.
2. Manfaat AMDAL kepada Pemrakarsa
– Agar dapat menjamin adanya kelansungan usaha
– Agar dapat dijadikan acuan dalam peminjaman kredit.
– Agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sebagai bukti ketaatan hukum.
3. Manfaat AMDAL kepada masyarakat.
– Agar dapat mengetahui dampak yang terjadi pada suatu kegiatan proyek.
– Agar dapat melakukan kontrol pada pembangunan proyek.
– Agar dapat terlibat dalam mengambil keputusan ijin pembangunan.
GREEN INDUSTRY
Green Industry atau disebut juga Industri Hijau adalah sebuah istilah yang dikenal melalui International Conference on  Green Industry in Asia di Manila, Filipina tahun  2009, atas kerjasama antara United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), United Nations Environment Programme (UNEP), International Labour Organization (ILO),  yang dihadiri 22 negara termasuk Indonesia.
Green Industry atau Industri Hijau atau disebut juga Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang berifat prefentive dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan (UNEP, 2003).
Prinsip pokok dalam Green Industry antara lain:
  Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku dan energi serta menghindari penggunaan bahan baku yang berpotensi untuk menghasilkan limbah berbahaya.
  Melakukan perubahan pada pola produksi dan konsumsi sesuai dengan daur hidup produk.
  Menerapkan pola manajemen meliputi pola pikir, sikap dan tingkah laku di tingkat industri maupun pemerintah.
  Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan dan SOP sesuai aturan yang berlaku.
Polution Prevention
Pencegahan munculnya polusi sama halnya dengan minimasi limbah. Pencegahan kemunculan polusi tidak dapat dilakukan dengan serta merta namun dengan pengurangan yang bertahap. Proses pencegahan dilakukan terhadap proses produksi berupa efisiensi proses bukan pada penggunaan bahan baku seperti pada minimasi limbah. Penanganan limbah diharapkan tidak menyebabkan polusi, yaitu dengan prinsip ekologi yang dikenal istilah 4R :
  1. Recycle (Pendaur-ulangan)
  2. Reuse (Penggunaan Ulang)
  3. Reduce
  4. Repair

Waste Minimization
Minimalisasi limbah adalah upaya pengurangan limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan termasuk pengefisiensian dalam penggunaan bahan baku.
Eco-efficiency
Eco-efficiency merupakan suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.
ECO PRODUCT adalah suatu barang yang dibuat dengan memperhatikan dampaknya baik terhadap manusia ataupun lingkungan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Juga memperhatikan hal-hal lain seperti efesiensi penggunaan energi, lama pemakaian, lama penguraian dalam tanah dan juga dapat didaur ulang.
ISO 14001
  Apa itu ISO 14001?
ISO 14001 adalah sebuah spesifikasi internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang membantu perusahaan mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengatur risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari praktek bisnis normal. 
Siapa Pengguna ISO 14001?
ISO 14001 bisa diterapkan di seluruh organisasi tanpa memandang besaran dan lokasi geografis. 
Biaya Lingkungan
Biaya lingkungan adalah biaya yang ditimbulkan akibat adanya kualitas lingkungan yang rendah, sebagai akibat dari proses produksi yang dilakukan perusahaan. Biaya lingkungan perlu dilaporkan secara terpisah berdasarkan klasifikasi biayanya. Hal ini dilakukan supaya laporan biaya lingkungan dapat dijadikan informasi yang informatif untuk mengevaluasi kinerja operasional perusahaan terutama yang berdampak pada lingkungan.
  Contoh-contoh aktivitas pencegahan :
Evaluasi dan pemilihan pemasok, evaluasi dan pemilihan alat untuk mengendalikan polusi, desain proses dan produk untuk mengurangi atau menghapus limbah, melatih pegawai, mempelajari dampak lingkungan, audit risiko lingkungan, pelaksanaan penelitian lapangan, pengembangan sistem manajemen lingkungan, daur ulang produk, dan pemerolehan sertifikasi ISO 14001.
  Contoh- contoh aktivitas deteksi adalah audit aktivitas lingkungan, pemeriksaan produk dan proses (agar ramah lingkungan), pengembangan ukuran kinerja lingkungan, pelaksanaan pengujian pencemaran, verifikasi kinerja lingkungan dari pemasok, dan pengukuran tingkat pencemaran.
  Contoh-contoh aktivitas kegagalan internal adalah pengoperasian peralatan untuk mengurangi atau menghilangkan polusi, pengolahan dan pembuangan limbah-limbah beracun, pemeliharaan peralatan polusi, lisensi fasilitas untuk memproduksi limbah dan daur ulang sisa bahan
  Contoh dari biaya kegagalan eksternal  yang direalisasi adalah pembersihan danau yang tercemar, pembersihan minyak yang tumpah, pembersihan tanah yang tercemar, penggunaan bahan baku dan energi secara tidak efisien, penyelesaian klaim kecelakaan kerja pribadi dari praktek kerja yang tidak ramah lingkungan, penyelesaian klaim kerusakan properti dan pembaruan tanah ke keadaan alaminya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar