Pengertian
Lingkungan Hidup
Lingkungan
Hidup adalah Kesatuan ruang degan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup
, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain.
Pengertian Ilmu Lingkungan
Ilmu
Lingkungan adalah Ilmu yang mempelajari tentang Lingkungan Hidup yang merupakan
perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu, terutama EKOLOGI, yang bertujuan untuk
mempelajari dan memecahkan masalah yg menyangkut hubungan antara makhluk hidup
dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan merupakan penjabaran Ekologi. Ekologi
merupakan sebagai dasar Ilmu Lingkungan.
Pengertian AMDAL
AMDAL merupakan
suatu singkatan dari “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan”.
Pengertian
amdal adalah sebuah proses studi formal dimana diperuntukkan dalam mengukur
dampak yang akan terjadi pada lingkungan ketika terjadi pembangunan
proyek-proyek gedung ataupun pabrik, yang bertujuan untuk memberikan kepastian
agar tidak terjadi masalah lingkungan saat pembangunan dalam proses ataupun
telah selesai, sehingga dibutuhkan analisis pada tahap awalnya dengan melakukan
perencanaan dan perancangan proyek untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat
keputusan.
Manfaat Amdal
manfaat AMDAL
yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat AMDAL
kepada pemerintah
– Agar terhindar dari konflik dengan masyarakat jika terjadi pembangunan.
– Agar dapat menjaga pembangunan dan dapat menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
– Agar dapat membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.
– Agar terhindar dari konflik dengan masyarakat jika terjadi pembangunan.
– Agar dapat menjaga pembangunan dan dapat menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
– Agar dapat membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.
2. Manfaat AMDAL
kepada Pemrakarsa
– Agar dapat menjamin adanya kelansungan usaha
– Agar dapat dijadikan acuan dalam peminjaman kredit.
– Agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sebagai bukti ketaatan hukum.
– Agar dapat menjamin adanya kelansungan usaha
– Agar dapat dijadikan acuan dalam peminjaman kredit.
– Agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sebagai bukti ketaatan hukum.
3. Manfaat AMDAL
kepada masyarakat.
– Agar dapat mengetahui dampak yang terjadi pada suatu kegiatan proyek.
– Agar dapat melakukan kontrol pada pembangunan proyek.
– Agar dapat terlibat dalam mengambil keputusan ijin pembangunan.
– Agar dapat mengetahui dampak yang terjadi pada suatu kegiatan proyek.
– Agar dapat melakukan kontrol pada pembangunan proyek.
– Agar dapat terlibat dalam mengambil keputusan ijin pembangunan.
GREEN INDUSTRY
Green Industry
atau disebut juga Industri Hijau adalah sebuah istilah yang dikenal
melalui International Conference on
Green Industry in Asia di Manila, Filipina tahun 2009, atas kerjasama antara United Nations
Industrial Development Organization (UNIDO), United Nations Economic and Social
Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), United Nations Environment
Programme (UNEP), International Labour Organization (ILO), yang dihadiri 22 negara termasuk Indonesia.
Green Industry
atau Industri Hijau atau disebut juga Produksi bersih adalah strategi
pengelolaan lingkungan yang berifat prefentive dan terpadu yang
perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup
produk dengan tujuan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan (UNEP,
2003).
Prinsip pokok
dalam Green Industry antara lain:
Mengurangi atau meminimumkan penggunaan
bahan baku dan energi serta menghindari penggunaan bahan baku yang berpotensi
untuk menghasilkan limbah berbahaya.
Melakukan perubahan pada pola produksi dan
konsumsi sesuai dengan daur hidup produk.
Menerapkan pola manajemen meliputi pola
pikir, sikap dan tingkah laku di tingkat industri maupun pemerintah.
Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan
dan SOP sesuai aturan yang berlaku.
Polution
Prevention
Pencegahan
munculnya polusi sama halnya dengan minimasi limbah. Pencegahan kemunculan
polusi tidak dapat dilakukan dengan serta merta namun dengan pengurangan yang
bertahap. Proses pencegahan dilakukan terhadap proses produksi berupa efisiensi
proses bukan pada penggunaan bahan baku seperti pada minimasi limbah.
Penanganan limbah diharapkan tidak menyebabkan polusi, yaitu dengan prinsip
ekologi yang dikenal istilah 4R :
- Recycle (Pendaur-ulangan)
- Reuse (Penggunaan Ulang)
- Reduce
- Repair
Waste
Minimization
Minimalisasi
limbah adalah upaya pengurangan limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir
dan termasuk pengefisiensian dalam penggunaan bahan baku.
Eco-efficiency
Eco-efficiency merupakan suatu proses produksi yang
meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per
unit produk.
ECO PRODUCT
adalah suatu barang yang dibuat dengan memperhatikan dampaknya baik terhadap
manusia ataupun lingkungan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Juga
memperhatikan hal-hal lain seperti efesiensi penggunaan energi, lama pemakaian,
lama penguraian dalam tanah dan juga dapat didaur ulang.
ISO 14001
Apa itu ISO 14001?
ISO 14001 adalah
sebuah spesifikasi internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang
membantu perusahaan mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengatur
risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari praktek bisnis normal.
Siapa Pengguna ISO 14001?
ISO 14001 bisa
diterapkan di seluruh organisasi tanpa memandang besaran dan lokasi
geografis.
Biaya Lingkungan
Biaya lingkungan adalah
biaya yang ditimbulkan akibat adanya kualitas lingkungan yang rendah, sebagai
akibat dari proses produksi yang dilakukan perusahaan. Biaya lingkungan perlu
dilaporkan secara terpisah berdasarkan klasifikasi biayanya. Hal ini dilakukan
supaya laporan biaya lingkungan dapat dijadikan informasi yang informatif untuk
mengevaluasi kinerja operasional perusahaan terutama yang berdampak pada
lingkungan.
Contoh-contoh aktivitas pencegahan :
Evaluasi dan pemilihan pemasok, evaluasi dan pemilihan alat untuk
mengendalikan polusi, desain proses dan produk untuk mengurangi atau menghapus
limbah, melatih pegawai, mempelajari dampak lingkungan, audit risiko
lingkungan, pelaksanaan penelitian lapangan, pengembangan sistem manajemen
lingkungan, daur ulang produk, dan pemerolehan sertifikasi ISO 14001.
Contoh- contoh aktivitas deteksi adalah audit aktivitas
lingkungan, pemeriksaan produk dan proses (agar ramah lingkungan), pengembangan
ukuran kinerja lingkungan, pelaksanaan pengujian pencemaran, verifikasi kinerja
lingkungan dari pemasok, dan pengukuran tingkat pencemaran.
Contoh-contoh aktivitas kegagalan internal
adalah pengoperasian peralatan untuk mengurangi atau menghilangkan polusi,
pengolahan dan pembuangan limbah-limbah beracun, pemeliharaan peralatan polusi,
lisensi fasilitas untuk memproduksi limbah dan daur ulang sisa bahan
Contoh
dari biaya kegagalan eksternal yang direalisasi adalah pembersihan
danau yang tercemar, pembersihan minyak yang tumpah, pembersihan tanah yang
tercemar, penggunaan bahan baku dan energi secara tidak efisien, penyelesaian
klaim kecelakaan kerja pribadi dari praktek kerja yang tidak ramah lingkungan,
penyelesaian klaim kerusakan properti dan pembaruan tanah ke keadaan
alaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar